Senin, 24 Maret 2014

PT.NATURAL NUSANTARA.


BUDIDAYA JAGUNG

TEKNIS BUDIDAYA JAGUNG
I. PENDAHULUAN
Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting, namun tingkat produksi
belum optimal. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi tanaman jagung
secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan ( Aspek K-3).
II. SYARAT PERTUMBUHAN
Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase
pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal
musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman
yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak
optimal. Suhu optimum antara 230 C - 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah
khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH
tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %.
Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras
dahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m
dpl
III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
A. Syarat benih
Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda). Daya
tumbuh benih lebih dari 90%. Kebutuhan benih + 20-30 kg/ha. Sebelum benih
ditanam, sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 2-4 cc/lt air semalam).
B. Pengolahan Lahan
Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup banyak
dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah
dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian
diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar
saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang
drainasenya jelek.Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300
kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1 bulan
sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari GLIO yang sudah
dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada
tanaman jagung.
C. Pemupukan
Catatan : akan lebih baik pupuk dasar menggunakan SUPER NASA dosis ± 1
botol/1000 m2 dengan cara :
- alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk).
Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
- alternatif 2 : 1 gembor (10-15 lt) beri 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk
menyiram + 10 m bedengan.
D. Teknik Penanaman
1. Penentuan Pola Tanaman
Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan :
a. Tumpang sari ( intercropping ), melakukan penanaman lebih dari 1
tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur
seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela
pohon, padi gogo.
b. Tumpang gilir ( Multiple Cropping ), dilakukan secara beruntun
sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk
mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kedelai,
kacang tanah, dll.
c. Tanaman Bersisipan ( Relay Cropping ): pola tanam dengan
menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam
waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung
disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang
panjang.
d. Tanaman Campuran ( Mixed Cropping ) : penanaman terdiri
beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya,
semua tercampur jadi satu. Lahan efisien, tetapi riskan terhadap ancaman
hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung, kedelai, ubi
kayu.
2. Lubang Tanam dan Cara Tanam
Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir
benih. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang
umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak
penanaman, jarak tanamnya 40x100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur
panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang). Panen < 80
hari, jarak tanamnya 20x50 cm (1 tanaman/lubang). Pada saat penanaman
sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. Apabila tanah
kering, perlu diairi dahulu.
E. Pengelolaan Tanaman
1. Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau
gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara
langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang
akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang
tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan
jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu
penanaman.
2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung
yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll.
Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur
tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan
setelah tanaman berumur 15 hari.
3. Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk
memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup
akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi.
Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu
pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan
cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan
terbentuk guludan yang memanjang.
4. Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah
telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun
menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu
dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.
F. Hama dan Penyakit
1. Hama
a. Lalat bibit (Atherigona exigua Stein)
Gejala: daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian yang
terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu,
pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Penyebab: lalat bibit
dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu, warna punggung kuning
kehijauan bergaris, warna perut coklat kekuningan, warna telur putih
mutiara, dan panjang lalat 3-3,5 mm. Pengendalian: (1) penanaman
serentak dan penerapan pergiliran tanaman. (2) tanaman yang
terserang segera dicabut dan dimusnahkan. (3) Sanitasi kebun. (4)
semprot dengan PESTONA
b. Ulat Pemotong
Gejala: tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah,
ditandai dengan bekas gigitan pada batangnya, akibatnya tanaman
yang masih muda roboh. Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong:
Agrotis ipsilon; Spodoptera litura, penggerek batang jagung (Ostrinia
furnacalis), dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera).
Pengendalian: (1) Tanam serentak atau pergiliran tanaman; (2) cari
dan bunuh ulat-ulat tersebut (biasanya terdapat di dalam tanah); (3)
Semprot PESTONA, VITURA atau VIREXI.
2. Penyakit
a. Penyakit bulai (Downy mildew)
Penyebab: cendawan Peronosclerospora maydis dan P. javanica
serta P. philippinensis, merajalela pada suhu udara 270 C ke atas
serta keadaan udara lembab. Gejala: (1) umur 2-3 minggu daun
runcing, kecil, kaku, pertumbuhan batang terhambat, warna
menguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna
putih; (2) umur 3-5 minggu mengalami gangguan pertumbuhan, daun
berubah warna dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan
isi; (3) pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada
daun tua. Pengendalian: (1) penanaman menjelang atau awal musim
penghujan; (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman
varietas tahan; (3) cabut tanaman terserang dan musnahkan; (4)
Preventif diawal tanam dengan GLIO
b. Penyakit bercak daun (Leaf bligh)
Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. Gejala: pada
daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan
dikelilingi warna coklat, bercak berkembang dan meluas dari ujung
daun hingga ke pangkal daun, semula bercak tampak basah,
kemudian berubah warna menjadi coklat kekuning-kuningan,
kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh permukaan
daun berwarna coklat. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman. (2)
mengatur kondisi lahan tidak lembab; (3) Prenventif diawal dengan
GLIO
c. Penyakit karat (Rust)
Penyebab: cendawan Puccinia sorghi Schw dan P.polypora
Underw. Gejala: pada tanaman dewasa, daun tua terdapat titik-titik
noda berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk
berwarna kuning kecoklatan, serbuk cendawan ini berkembang dan
memanjang. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban; (2) menanam
varietas tahan terhadap penyakit; (3) sanitasi kebun; (4) semprot
dengan GLIO
d. Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut)
Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago zeae
(Schw) Ung, Uredo zeae Schw, Uredo maydis DC. Gejala: masuknya
cendawan ini ke dalam biji pada tongkol sehingga terjadi
pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall), pembengkakan ini
menyebabkan pembungkus rusak dan spora tersebar. Pengendalian:
(1) mengatur kelembaban; (2) memotong bagian tanaman dan
dibakar; (3) benih yang akan ditanam dicampur GLIO dan POC NASA
e. Penyakit busuk tongkol dan busuk biji
Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain
Gibberella zeae (Schw), Gibberella fujikuroi (Schw), Gibberella
moniliforme. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus
tongkol, biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan
kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. Pengendalian:
(1) menanam jagung varietas tahan, pergiliran tanam, mengatur jarak
tanam, perlakuan benih; (2) GLIO di awal tanam.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida
alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan.
Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh
air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2
tutup)/tangki.
G. Panen dan Pasca Panen
1. Ciri dan Umur Panen
Umur panen + 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda,
baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm),
jagung rebus/bakar, dipanen ketika matang susu dan jagung untuk beras
jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah matang fisiologis.
2. Cara Panen
Putar tongkol berikut kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung.
3. Pengupasan
Dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai,
agar kadar air dalam tongkol dapat diturunkan sehingga cendawan tidak
tumbuh.
4. Pengeringan
Pengeringan jagung dengan sinar matahari (+7-8 hari) hingga kadar air +
9% -11 % atau dengan mesin pengering.
5. Pemipilan
Setelah kering dipipil dengan tangan atau alat pemipil jagung.
6. Penyortiran dan Penggolongan
Biji-biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki
(sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, dll). Penyortiran untuk
menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan
menaikkan kualitas panenan.

DAFTAR HARGA KONSUMEN


No
Kode
Nama
Isi
Harga Konsumen
1
PWRB
POWER NUTRITION (1 dus isi 4)
3 kg
Rp. 647.000
2
NASA
POC NASA
500 cc
Rp. 37.500
3
NSK
POC NASA Kecil
250 cc
Rp. 19.500
4
SPRK
SUPERNASA Kecil
250 gr
Rp. 47.000
5
HRN
HORMONIK
100 cc
Rp. 28.500
6
POWER
POWER NUTRITION
500 gr
Rp. 113.000
7
PWRK
POWER NUTRITION Kecil
250 gr
Rp. 59.000
8
TONK
Tambak Organik Nusantara Kecil
250 gr
Rp. 47.000
9
VTN
VITERNA
500 cc
Rp. 47.500
10
GREES
Natural GREENSTAR
60 gr
Rp. 41.000
11
PST
PESTONA
500 cc
Rp. 41.500
12
NPA
NATURAL PENTANA
100 ml
Rp. 39.000
13
GLIO
Natural GLIO
100 gr
Rp. 29.500
14
BVR
Natural BVR
100 gr
Rp. 29.500
15
VTR
Agens Hayati VITURA
1 box
Rp. 46.000
16
VRX
Agens Hayati VIREXI
1 box
Rp. 46.000
17
A-810
Perekat AERO-810
250 cc
Rp. 30.500
18
MTLP
METILAT Plus
100 cc
Rp. 56.500
19
NSB
POC NASA Kemasan Besar
3 ltr
Rp. 198.000
20
SPRB
SUPERNASA Kemasan Besar
3 kg
Rp. 497.000
21
HRNB
HORMONIK Kemasan
500 cc
Rp. 128.000
22
TONB
Tambak Organik Nusantara (1 dus isi 4)
3 kg
Rp. 497.000
23
SGRAN
SUPERNASA GRANULE
10 kg
Rp. 250.000
24
BTANI
BINTANG TANI
1 ltr
Rp. 49.000
25
TM-001
Benih TOMAT GADANG (F1)
5 gr
Rp. 89.000
26
TI-101
Benih Mentimun Citra Garden (F1)
10 gr
Rp. 28.000
27
PA-201
Benih PARIAN HOKIAN / PARE (F1)
10 gr
Rp. 28.000
28
CM-301
CAISIM DORA (OP)
25 gr
Rp. 21.000
29
CK-401
Benih Cabai Keriting Kawat (OP)
10 gr
Rp. 22.000
30
CR-501
Benih Cabai Rawit Genie / warna putih (OP)
10 gr
Rp. 21.000
31
TP-601
Benih Terong Reza (OP)
10 gr
Rp. 21.000
32
BC-801
Benih Buncis G-Bayu (OP)
100 gr
Rp. 23.000
33
KP-801
Benih Kacang Panjang Lumut (OP)
100 gr
Rp. 29.000
34
LCT
LECITHIN
100 cc
Rp. 116.000
35
ENELCETE / NLCT
NEO LCT (Soy Lecithin) / kapsul
30 kapsul
Rp. 111.000
36
NCP
Natural Cholophyllin
100 ml
Rp. 66.500
37
ENBEPE
Natural Brain Power
30 kapsul
Rp. 141.000
38
AMNE
AMN Evolution
30 kapsul
Rp. 95.500
39
HWT
HU WANG TEA
20 sachet
Rp. 49.000
40
NCL
Natural Chalsea Plus
12 sachet
Rp. 79.000
41
NRJ
Natural Royal Jelly
20 kapsul
Rp. 106.000
42
SBMN
Serbuk Beras Merah Natural
250 gr
Rp. 20.000
43
SBMN B
Serbuk Beras Merah Natural Besar
500 gr
Rp. 38.000
44
NTC
Natural Teh Celup
25 sachet
Rp. 17.500
45
NTP
Natural Teh Persada
200 gr
Rp. 14.000
46
SENA
Kecap Sedap Natural (1 dus isi 36 botol @275cc)
275 cc
Rp. 13.000
47
GINZA
Kopi Ginseng NASA
10 sachet
Rp. 34.000
48
SKAO
Serbuk Kedelai Alami Original
200 gr
Rp. 27.000
49
SKAB
Serbuk Kedelai Alami plus BEEPOLE
200 gr
Rp. 36.000
50
CM500
Cordymun (Cordyceps 500 mg)
60 kapsul
Rp. 201.000
51
HERBA
Herbastamin
60 kapsul
Rp. 90.000
52
NSC
Natural Super Clean
250 gr
Rp. 14.500
53
STAR-7
Detergen STAR-7
1 kg
Rp. 29.000
54
PGN
Pasta Gigi NASA (1 dus isi 36)
120 gr
Rp. 10.000
55
MBS
Milk Beauty Soap
1 buah
Rp. 9.600
56
NCX
Natural Crystal-X
1 buah
Rp. 202.000
57
NLP
Natural Lulur Putih
1 dus @10 gr
Rp. 72.500
58
GRECE
Grece Body Crystal
50 gr
Rp. 43.000
59
OTOBL
Penghemat BBM Mobil
1 buah
Rp. 468.000
60
OTOMT
Penghemat BBM Motor
1 buah
Rp. 180.000
61
STROM
Penghemat Listrik (STROOMNAS)
1 buah
Rp. 310.000
62
ELPIN
Penghemat Gas LPG (ELPINAS)
1 buah
Rp. 180.000
63
TIRE
Tire Tech (Penambal Ban Otomatis)
200 ml
Rp. 82.500
64
NROB
NRO Besar (tanpa tabung air)
1 unit
Rp. 8.328.000
65
NROBC
NRO Bio Ceramic (kecil)
1 unit
Rp. 5.277.000
66
TDS
Total Disolve Solid
1 buah
Rp. 287.000
67
ELECT
Electrolisa
1 buah
Rp. 137.500
68
PREFL
Pre Filter
1 buah
Rp. 200.000
69
ADAPT
Adaptor
1 buah
Rp. 186.500
70
BPUMP
Booster Pump
1 buah
Rp. 740.000
71
MSP
Membran Semi Permiable
1 buah
Rp. 564.000
72
CBF
Carbon Block Filter
1 buah
Rp. 182.000
73
CA
Carbon Actif
1 buah
Rp. 182.000
74
SF
Sedimen Filter
1 buah
Rp. 182.000
75
FSS10
Filter Spon Sedimen 10″
1 buah
Rp. 61.000
76
FRS10
Filter Resin Sedimen 10″ (air kapur & payau)
1 buah
Rp. 141.500
77
FCA10
Filter Carbon Active 10″ (air gambut)
1 buah
Rp. 92.500
78
PREFB
Pre Filter NASA – RO Besar
1 set
Rp. 398.000
79
FSS20
Filter Spon Sedimen 20″
1 buah
Rp. 113.000
80
FRS20
Filter Resin Sedimen 20″ (air kapur & payau)
1 buah
Rp. 263.500
81
FCA20
Filter Carbon Active 20″ (air gambut)
1 buah
Rp. 177.000
82
SK10M
Selang Kecil 10m
10 m
Rp. 63.000
83
SK20M
Selang Kecil 20m
20m
Rp. 123.500
84
SB10M
Selang Besar 10m
10m
Rp. 96.500
85
SB20M
Selang Besar 20m
20m
Rp. 191.000
86
BCN
Bio Ceramik NASA-RO
1 buah
Rp. 239.000
87
MSPB
Membran Semi Permiable Besar
1 buah
Rp. 725.000
88
BPB
Booster Pump Besar
1 buah
Rp. 1.644.000
89
FCB10
Filter Carbon Block 10″
1 buah
Rp. 100.000
90
FCB20
Filter Carbon Block 20″
1 buah
Rp. 185.000
91
BKS
Buku Kanker Serviks
1 buah
Rp. 47.000